Talang Mamak Berasal Dari Pagaruyung?

Pekanbaru | Gurindam12.co - Kamis (03/01/13) Ini perjalanan saya yang pertama ke Suku Talang Mamak yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Dengan mengendarai motor bebek dari Kota Pekanbaru menuju Desa Talang Perigi Kecamatan Rakit Kulim.

Perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, namun rasa lelah tersebut hilang begitu saja saat kami berhasil menginjakan tapak kaki ke Desa Talang Durian Cacar, Kamis yang lalu (20/12/12). Kami bertemu dengan keturunan patih, Patih Cuan namanya.

“Mengenai Talang Mamak ya?” ujarnya saat kami menodongnya dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Talang Mamak. “Suku Talang Mamak berasal dari Pagaruyung Sumatera Barat yang dibawa oleh Patih Nan sebatang, dari Patih Nan Sebatang inilah suku talang mamak terbentuk.” ujar Cuan

“Patih Nan Sebatang ini memiliki keturuanan dengan memberikannya nama si Besi (anak Sulung), Si Kelpoak, dan Si Bunga (anak Bungsu). Dari ketiga turunan Patih Nan Sebatang ini mereka melakukan pernikahan dan masing-masing memiliki satu keturunan, Si Besi Memberi nama anaknya dengan Talang Parit, dan si Kelopak dengan Talang Perigi, serta si Bunga dengan Talang Durian cacar.” ujar Cuan dengan mengingat sejarah Talang Mamak.

“Dari keturunan tersebut hanya Talang Durian yang memiliki keturunan kandung, yang akirnya gelar patih hanya turunkan kepada Talang Durian Cacar. Dan untuk Talang Perigi serta Talang Parit, diturunkan gelar kepadanya yaitu Batin,” ujar Cuan berkaca-kaca

Berdasarkan penelitian seorang Asisten Residen Indragiri Hulu di zaman Belanda, menyebutkan, Suku Talang Mamak berasal dari Pagaruyung, Sumatera Barat, yang terdesak akibat konflik adat dan agama

Versi lain dari masyarakat

Secara turun-temurun, masyarakat bercerita bahwa Talang Mamak merupakan keturunan dari anak Nabi Adam ke sembilan. Kemudian dari keturunan adam barulah Patih Nan Sebatang ini muncul. Begitu yang disampaikan oleh oleh Batin Gedabu saat kami mendatangi Desa Talang Perigi, “Nenek moyang kami turun dari Gunung Marapi menuju ke Talukkuantan, menelusuri Batang Kuantan dipimpin oleh Datuk Patih bergelar Perpatih Nan Sebatang, kemudian membangun pemukiman pada sehiliran sungai tersebut. Sampai saat ini tidak ada seorang pun yang bisa menemukan dimana makam Patih Nan Sebatang,” ujar pria yang bernama Gajian ini. (DR)