Expedition TASIK BESAR SERKAP

Published on October 26th, 2013 | by Tim Redaksi
Tim Redaksi

0

Tasik Besar Serkap, Ini Perjalanan Berat ( bag IV )

  • Tweet
  • Follow Me on Pinterest

Pangkalan Kerinci | Gurindam12.co- Rabu 06 - Maret - 2013 pukul 12:00 WIB tim mengalami putus asa, tim terlalu lelah, dan menyepakati beristirahat. Disela - sela beristirahat tim menganalisa jarak Tasik Besar. Tim satu bergerak tanpa didampingi Kompas, ataupun GPS. Tim hanya berpegang tegus bahwa Tasik Besar berada pada matahari terbit. Dan tim bersepakat untuk mundur dari misi bila tidak ada tanda keberadaan Tasik Besar hingga pukul 15:00 WIB.
Tim berusaha bertahan melewati jalur yang berada diantara bakung sepanjang 1,5 meter. Dan sering terfikir tentang arah pompong, namun tuim tetap berjalan.”pokoknya kalau kanan kiri cuman bakung, pohon - pohon keras ini jauh dari kita, berarti kita sudah dilengan Tasik (berada pada pintu Danau)”,”ayo tenaganya, kita sama “sama yah, satu , dua, tiga. Sekali lagi, satu, dua, tiga” crew membarikan komando agar tetap bersemangat.

Suara mesin dongfeng, dan kata - kata “sebentar lagi sampai” yang dapat membangkitkan semangat mendayung,menolak, menarik pompong dari tengah - tengah bakung dan rasau untuk menuju Tasik besar sungai serkap. Akhirnya Tim berhasil sampai pada Tasik besar pada pukul 04:45 rabu sore setelah menempuh perjalanan air pada pukul 08:00 senin pagi. Tim disambut oleh paparan air tawar seluas 7 x 9 km atau 63 km persegi, yang dikelilingi hutan rawa gambut.

“pak kiman, Assalamualaikum pak” ( Teriakan lantang dari salah satu crew dar atas pompong ), menandakan capaian keberhasilan Tim, pada Tasik Besar yang Berada pada Hulu Sungai Serkap. Tasik Besar adalah Tasik yang dahulu memiliki banyak tamu dari berbagai daerah, dikarenakan Tasik ini memiliki ikan Kayangan atau ikan Arwana yang menjadi buruan dari nelayan local maupun luar. Namun kini nelayan serkap tidak memiliki Tamu dan hanya 1 nelayan yang berada disana, yaitu pak Sukiman yang berasal dari payakumbuh Sumatra barat.

Terbetik dalam hati, ini bukan pondok nelayan, tetapi ini adalah Vila Yang berada Di Tasik Besar Sungai Serkap. “WOW” hanya tiga huruf ini yang pantas menggambarkan semuanya. Setelah Tasik besar, tim menginap dirumah nelayan satu - satunya di tasik besar, dan mempersiapkan makan malam dan bersegera beristirahat. Tim akan melanjutkan misi selanjutnya di Tasik besar yaitu pembuatan film Dokumenter mengenai ikan salai serkap.Tasik Besar Serkap, Ini Perjalanan Berat ( bag IV )-Gurindam12.co

Pagi hari kamis 07 - maret - 2013 Tim melanjutkan misi Pembuatan Film Dokumenter yang di pimpin oleh Nanang Sujana, dari pagi hingga sore hari, dan diakhiri dengan melewati Tasik Besar ditemani matahari tenggelam di sebelah barat. Seakan jerih payah telah tergantikan dengan tenggelamnya matahari disisi barat Tasik Besar. Dan tidak disangka tim satu tetap menjadi tamu istimewa bagi salah satu penghuni rawa di sungai serkap, tim satu mendapti buaya yang melintas didepan pompong disaat tim satu berusaha menunggu tim dua.

Tim satu tetap berharap tim dua yang tergabung oleh Yayasan Mitra Insani, Kementrian kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dan wartawan kantor berita Antara di kediaman pak Sukiman. Namun tim satu tidak dapat menunggu lebih lama sehingga keputusan untuk menuggu tim dua hingga esok pagi. Namun bila tim dua tidak datang tim satu akan tetap turun dari Tasik besar pada Jumat 08 - Maret - 2013 pukul 07:00 WIB.

Ketika matahari telah berganti bulan sekitar pukul 20:00 WIB, terdengar suara mesin dongfeng dari kegelapan, dengan teriakan “Horeeeee…” dari salah satu crew wanita dari Tim 2 yang terdiri 3 wanita dan 4 Pria. Hal ini menandakan, tim dua berhasil menyelesaikan misi pertama. Dan siap melanjutkan ke misi slanjutnya, yaitu identifikasi spesies endemic baru yaitu ikan merah.

Ketika bulan berganti kembali menjadi matahari, kedua tim melakukan misi keduanya, menurut tanggungjawabnya masing - masing. Tim dua melakukan identifikasi ikan merah di teluk kapal Tasik Besar, dan tim satu membuat film mengenai kegiatan tersebut.

Tim dua menganalisa bahwa ikan merah ini akan diidentifikasi lebih lanjut dilaboraturium dengan membawa sample ikan merah. Hasil dilapangan menandakan bahwa ikan ini muncul dipermukaan hanya sore hari dikarenakan ikan ini bertujuan memakan lumut, atau plangton sebagai pakannya.”apabila ikan ini adalah spesies baru maka akan menambah informasi keanekaragaman sumber daya hayati Indonesia khususnya paparan sunda kemudian, bila ikan ini adalah ikan endemik baru disini maka daerah ini akan dijadikan kawasan konserfasi untuk perlindungan ikan merah selanjutnya” tegas Eko sebagai salah satu crew dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Tasik Besar Serkap, Ini Perjalanan Berat ( bag IV )

Tasik Besar Serkap, Ini Perjalanan Berat ( bag IV )
Ikan Merah Gurindam12.co

Tepat pukul 09:00 WiB 08 - maret - 2013 kedua tim meninggalkan Tasik Besar dengan berpamitan pada Pak Sukiman. Dan kedua tim sampai pada Tasik Tengah pada pukul 06:30 WIB, dan bersegera menginap dirumah salah satu nelayan bernama Pak Bakar. Guna beristirahat dari perjalanan berat, dan panjang guna menunggu matahari muncul kembali.

09 - Maret - 2013 sekitar pukul 10:00 WIB kedua tim berangkat meninggalkan sungai serkap menuju Teluk Meranti guna melanjutkan perjalanan dengan membawa hasil dari lapangan guna ditindak lanjut dari masing - masing pihak.(RF)

Tags: , , , , , , , , , ,


About the Author



Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑