Lingkungan 423695_10150615831762832_903745281_n

Published on May 20th, 2014 | by Tim Redaksi
Tim Redaksi

0

Zainuri Hasyim: Metode Nenek Moyang Solusi Cegah Intrusi Air Asin

Pekanbaru|Gurindam12.co- Intrusi air asin di kebun kelapa merupakan masalah bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Riau, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini sudah terjadi dalam waktu 2 dekade terakhir ini. Hal ini ditandai dengan menurunnya produktivitas kelapa yang menjadi komoditas utama masyarakat pesisir Riau. Metode tradisional yang dipakai nenek moyang dinyatakan mampu menjadi solusi penanganan intrusi air asin.

Teknologi tradisional yang selama ini sesungguhnya terbukti dapat menjaga intrusi air laut telah dtinggalkan oleh sebagian masyarakat di Riau, terutama para petani kelapa yang mulai meniggalkan metode zonasi mangrove dan tanggul sederhana sebagai pelapis kebun kelapa mereka.

Zainuri Hasyim selaku Direktur Yayasan Mitra Insani menyatakan bahwa selama ini masyarakat menerapkan solusi mengatasi intrusi air laut dengan cara memperlebar dan mempertinggi tanggul. Tak jarang, tanggul dibuat dengan menggunakan alat berat. Namun solusi ini tidak diikuti dengan mempertahankan tanaman mangrove di bagian depan dari kebun kelapa mereka. Akibatnya masalah intrusi air laut terus dihadapi petani kelapa karena rusaknya kebun mempengaruhi sumber pendapatan petani.

“Formasi kebun kelapa-tanggul-mangrove merupakan teknologi tradisional yang dibangkitkan, kembali dipraktikkan, dan diyakini akan menjadi solusi atas intrusi air laut yang terjadi di Indragiri Hilir” Ujar Zainuri Hasyim.

Saat ini YMI yang hadir dengan konsep Pengelolaan Pesisir berbasis Masyarakat telah berhasil menemukenali dan membangun kesadaraan bersama masyarkat atas pentingnya upaya menahan intrusi air laut di perkebunan kelapa untuk menghindarkan menurunnya taraf hidup masyarakat yang hampir mendakti kolaps. Konsep ini diterapkan oleh YMI bersama dengan masyarakat di Desa Concong Dalam Kecamatan Concong, Indragiri Hilir. Selain itu, dukungan Pemerintah Daerah, Universitas Riau, dan pihak-pihak lainnya juga menjadi faktor utama atas penerapan inisiatif proyek ini.

Sebagai inisiatif proyek percontohan, YMI menyadari bahwa metode ini seharusnya dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat lain yang lebih luas serta harus didukung oleh pemerintah dan pihak-pihak lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya pulih masyarakat. (rdh)

Tags: , , , , , , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • GURINDAM12.CO Facebook

  • Lensa Wisata: lensawisata.com

  • Perhimpunan Media Online Riau

  • TWEET KAMI

    Tweets by @KBRGurindam12