Umum Penyiar radio dan teknisi radio Selasih FM, setiap malam, radio komunitas desa Harapan Jaya ini siaran dan memberikan informasi kepada para pendengar setia. copy

Published on November 24th, 2014 | by Tim Redaksi
Tim Redaksi

0

Mendidik Mengenai Lingkungan Lewat Jalur Udara

  • Tweet
  • Follow Me on Pinterest

Tembilahan|Gurindam12.co - ”Ini dari Putra Batam, ingin minta lagu dari Elvi Sukaesih dan kirim salamnya saja untuk para pendengar radio ini” , suara dari penelepon ini keluar dari mixer radio yang ada di sebelah kiri teknisi. ” Ditunggu saja ya, nanti akan kami putarkan” ujar sang penyiar. “ Kalau malam begini lah Mas, telepon dan sms terus datang ke handphone ini” sambung penyiar radio sembari membaca sms di telepon genggam tua yang terletak di meja siaran.

Ruang siaran dari radio komunitas Selasih FM,dahulu ruangan ini berada di bekas gudang. Setelah dua tahun berdiri, radio ini pindah ke ruangan baru yang lebih layak. copy

Ruang siaran dari radio komunitas Selasih FM,dahulu ruangan ini berada di bekas gudang. Setelah dua tahun berdiri, radio ini pindah ke ruangan baru yang lebih layak.

Dahulu, malam hari di desa Harapan Jaya kecamatan Tempuling kabupaten Indragiri Hilir biasanya hanya terdengar suara jengkrik, suara kodok dan kelip kunang kunang yang hinggap di pohon karet dan pelepah sawit yang banyak terdapat di desa. Namun, suasana ini sedikit berubah, pada tahun 2012, Yayasan Mitra Insani/ YMI memberikan bantuan kepada kepada masyarakat desa. Bantuan ini berupa mixer, sound processor, mikrophone,stand, dan antena. Di sebuah bekas gudang milik orang tua Kepala Desa yang berada di Dusun Sumber Harum, masyarakat desa didampingi YMI merakit bantuan yang diberikan menjadi sebuah radio. Pada bulan juni tahun 2012, berdirilah sebuah radio komunitas di Desa Harapan Jaya. Mereka menamakan radio ini dengan nama Selasih FM, frekuensi radio ini adalah 107.7 Fm. Tujuan awal dari pendirian radio adalah untuk menjembatani penyebaran informasi terkait pemahaman pentingnya pencegahan kebakaran di tiga dusun yang letaknya berjauhan. YMI dan aparat desa menganggap bahwa radio komunitas adalah media sederhana namun tepat dalam menyampaikan pencegahan kebakaran lahan di desa.

Teknisi radio 107.5 Selasih FM di depan latop sebagai media pemutar lagu yang di pesan oleh pendengar radio Selasih FM.

Teknisi radio 107.5 Selasih FM di depan latop sebagai media pemutar lagu yang di pesan oleh pendengar radio Selasih FM.

Setelah radio berdiri, kendala yang harus dihadapi oleh radio adalah tidak adanya orang yang berani mengisi radio. Masyarakat desa, terutama generasi mudanya masih malu untuk memperlihatkan eksistensi mereka dalam siaran. Jika hal ini tidak bisa diatasi. radio komunitas yang didirikan di desa di Harapan Jaya, akan mati suri.

Penyiar radio 107.5 Selasih FM membacakan sms permintaan lagu  yang berasal dari desa desa tetangga.

Penyiar radio 107.5 Selasih FM membacakan sms permintaan lagu yang berasal dari desa desa tetangga.

Pada akhir tahun 2012, 4 orang pemuda dan pemudi desa Harapan Jaya yang terdiri dari Linda, Evi, Sulistiono, dan Shodik Purnomo difasilitasi oleh YMI berangkat ke desa Mandala Mekar, Tasikmalaya untuk belajar bagaimana pengelolaan radio bersifat komunitas dan belajar bagaimana caranya agar berani bersuara di depan mik. Sepulangnya dari Mandala Mekar mereka membawa semangat baru agar radio Selasih FM bisa dikenal. Hal yang pertama kali.

Jadwal siaran dari radio komunitas Selasih FM.

Jadwal siaran dari radio komunitas Selasih FM.

dilakukan oleh empat orang ini adalah mendekati anak anak muda yang tadinya malu, agar mau bermain di radio. Mereka menyediakan kopi, teh, gula, dan air panas agar studio radio menjadi ramai dikunjungi oleh anak anak muda. Saat anak anak muda ini nongkrong, mereka akan melihat Hardian, Evi, dan Sulis siaran di radio. Karena studio ini berada dibekas gudang, sehingga tidak ada sekat antara anak anak muda desa dan penyiar.

Pelan namun pasti, radio komunitas ini mulai dikenal di desa. Karena listrik yang ada di desa sifatnya listrik swadaya dan ada pada sore hari pukul 17.00 sampai dengan 00.00 WIB. Jadwal siaran dari radio Selasih adalah setelah maghrib hingga tengah malam. Anak anak muda yang dahulunya hanya sekedar duduk nongkrong di studio, mulai berani menyentuh mik dan mengeluarkan suara mereka. ” Dahulu susah mencari orang untuk siaran, sekarang, kami harus membagi jadwal karena antusiasnya anak anak muda di sini untuk siaran. ujar Hardian yang dipercaya sebagai manajer dari radio. “ Bahkan, orang-orang tua di desa mulai berani ikut siaran bersama kami anak anak muda ini” sambungnya.

Agar pendegar radio semakin bertambah, Manajemen Selasih FM menampilkan acara acara yang sifatnya interaktif. SMS pemesanan lagu dan pemutaran kembali sandiwara radio yang pernah jaya pada zaman RRI adalah beberapa program yang mereka lakukan. Selain itu, Selasih fm juga menyiarkan pembacaan ayat suci Al-Quran dengan qori nya berasal dari 4 dusun yang ada di desa Harapan Jaya.

Karena bersifat radio Komunitas, maka radio ini memiliki jangkuan frekuensi yang terbatas. Maksimal berjarak 10 Km dari Desa. Desa Rumbai Jaya,Pekan Tua, Bayas, adalah beberapa desa yang menjadi pendengar setia radio Selasih. Karena komunitas Harapan Jaya sebagaian besar adalah petani, maka penyiar penyiar radio adalah petani sawit dan karet yang ada di desa. “ Pagi harinya kami mendodos sawit, malamnya kami siaran” ujar Hardian sembari tertawa.

Setelah pendengar radio bertambah. Selasih FM mulai melakukan fungsi utama berdirinya radio, yaitu memberikan penyuluhan mengenai lingkungan terutama mengenai bahayanya pembakaran hutan dan lahan. Selain pemyuluhan lingkungan, radio komunitas juga memberikan penyuluhan mengenai kesehatan serta menyiarkan berita berita singkat mengenai apa yang terjadi di desa Harapan Jaya. ” Radio ini terbukti efektif dalam melakukan kampanye positif” ujar Rasidi Ilyas, kepala desa Harapan Jaya. ” Banyak pendengar dari desa tetangga

setelah mendengar penyuluhan lingkungan yang kami lakukan mulai menyadari dampak negatif dari pembakaran lahan” sambungnya.

Sudah hampir dua tahun radio ini berdiri, sekarang mereka menempati ruangan baru di kantor MTS desa Harapan Jaya. “ Ruangan baru, semangat baru” ujar Evi, yang merupakan salah satu penyiar perempuan dari radio Selasih. Lagu terlena yang terdengar dari laptop hitam di atas meja siaran menjadi lagu penutup siaran pada malam itu. Bersamaan dengan matinya listrik desa. Dengan radio komunitas Selasih Fm, desa Harapan Jaya berusaha mengedukasi masyarakat desa dan desa tetangga mengenai lingkungan dan masyarakat. *BAM

Tags: , , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑