Sengatan Merica di Warung Soto Bude.
Pekanbaru, gurindam12.co-“Slurupp” saat kuah keruh yang ada di mangkuk depan saya hirup, rasa pedas dari merica langsung mampir kelidah. Rasa dari bawang putih juga ikut saat kuah masuk ke mulut. Saat sohun yang berselimutkan minyak dari bumbu yang ditumis terlebih dahulu, daging goreng berwarna kecoklatan menggoda saya untuk menggigitnya. “ Nikmat dan gurih”.
Jika sedang berada di Pekanbaru, cobalah berkunjung ke jalan Kaharudin Nasution. Jalan ini terletak di kiri simpang empat lampu merah menuju bandar udara Sultan Syaraif Qasim II. jalan Kaharudin Nasution memanjang hingga perbatasan Pekanbaru dengan kabupaten Taluk Kuantan. Di jalan ini terdapat beberapa rumah makan yang sudah dapat dikatakan tua, ada yang sudah 40 tahun melayani dan ada yang sudah 20 tahun melayani warga kota Pekanbaru.
Salah satu rumah makan yang sudah 20 tahun melayani kota ini adalah warung soto Bude. Dahulu, warung ini menempati sebuah rumah sederhana yang berada di tepi jalan namun sekarang warung soto Bude sudah menempati rumah toko/ ruko yang berdiri di samping rumah tua tersebut. 20 meja berwarna coklat kehitaman berukuran dua meter dengan empat kursi pada masing masing meja menjadi saksi bisu ramainya pelanggan warung soto saat sarapan dan makan siang. Soto yang dijual pada warung Bude adalah soto dengan langgam yang sama dengan soto di Jawa Tengah. Namun bedanya, soto Bude tidak menggunakan sayur kol pada campuran sotonya. Soto Bude menggunakan toge, soun, kerupuk merah, suiran ayam atau daging dan taburan bawang goreng.
Soto Bude yang ada terletak di jalan Kaharudin Nasution ini adalah salah kuliner legendaris di Pekanbaru.
Walaupun kuah soto Bude berwarna keruh, namun bumbu-bumb pada kuah ini begitu lekat di lidah. Merica dan bawang putih yang dicampurkan pada kuah soto begitu terasa. Semangkuk soto di Warung Bude mampu memancing keriuhan di “kampung tengah” saya.
Semangkuk soto di warung Bude akan lebih nikmat jika ditambah dengan gorengan tempe. Gorengan tempe ini tidak sama seperti mendoan dari Purwokerto. Tempe ini berselimutkan tepung yang dicampur dengan daun bawang dan digoreng hingga garing. Cobalah merendam tempe ini kedalam kuah soto hingga lunak. Maka lidah kita akan dimanjakan oleh sensasi bumbu yang ada pada kuah soto dan kulit tempe.
Tempe goreng yang dicampurkan dengan soto yang ada di Warung Bude. Dua bahan ini adalah duet maut dalam Warung Soto Bude.
Jangan lupa, cobalah segelas es doger sebagai minuman pendamping soto. Es doger adalah es yang dibuat dari santan kelapa yang dicampurkan dengan sirup merah. Rasanya, manis dan segar. Cukup dengan Rp15.000 untuk semangkuk soto dan Rp 8.000 untuk segelas es doger. Saya sudah bisa menikmati sarapan yang menggoda lidah di kota Pekanbaru. ( BAW)

