Grand Final Pemilihan Duta Wisata 2014.
Pekanbaru, gurindam12.co- Tadi malam, (10/11/2014) berlangsung sebuah pertunjukan yang memukau di Anjungan Seni Idrus Tintin, malam itu adalah acara grand final dalam pemilihan duta wisata, acara ini ditaja oleh Dinas Pariwisata Tingkat I dan Yayasan Duta Wisata yang berlangsung ini sudah berlangsung sejak sembilan tahun yang lalu. Dan untuk tahun 2014 , Riau menjadi tuan rumah grand final ini. Tujuan pemilihan duta wisata adalah untuk mencari ujung tombak dalam promosi wisata pada daerah masing masing dan secara nasional.
Musisi Bandar Serai yang terlibat dalam acara malam Grand Final Duta Wisata 2014, Duta Wisata adalah orang yang menjadi corong dalam mengenalkan pariwisata.
Para Duta yang masuk ke acara grand Final ini berasal dari delapan belas propinsi. Diantaranya adalah Nangroe Atjeh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Sebelum malam grand final, para duta ini mengalami proses karantina yang berlangsung di Pekanbaru, Selama karantina, mereka sudah masuk kedalam proses penjurian oleh dewan juri. Beberapa dewan juri tersebut berasal dari LAM, Kementrian Pariwisata dan Yayasan Duta Wisata. Aspek penjurian yang dinilai oleh dewan juri adalah kecantikan, sifat, kecerdasan, dan penampilan.
Acara grand final ini dibuka oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, didalam pidato pembukaannya, Plt Gubernur mengharapkan “ Semoga dalam pemilihan duta kali ini akan menemukan duta yang memiliki latar belakang yang kuat. Karena proses menuju Grand Final ini adalah proses yang panjang” ujar Plt Gubernur yang biasa di panggil Andi ini,” Selain itu, perlu bagi daerah daerah kabupaten di Riau untuk bersinergi dalam membangun potensi pariwisatanya, terutama daerah pesisir Riau yang memiliki potensi wisata yang menarik “ sambung Andi.
Kontingen dari Papua memperlihatkan baju adat yang berasal dari suku suku yang ada di Papua. Kontingen Papua menggunakan baju yang terbuat dari kulit kayu.
Setelah Plt Gubernur kembali ke tempat duduk yang disediakan.Dimulailah acara grand final dari ajang pemilihan duta wisata, masing masing perwakilan propinsi berjalan menuju panggung tengah Anjungan Seni Idrus Tintin.Mereka menggunakan baju adat ciri khas propinsi mereka. Kemudian, masing masing peserta menjelaskan bagaimana dan apa makna dari baju adat yang mereka gunakan.
Kontingen dari Nusa Tenggara Timur yang menggunakan baju yang memperlihatkan detail detail pada kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur.
Kontingen dari Riau menjelaskan baju adat yang mereka gunakan adalah baju adat yang sudah dimodifikasi untuk tujuan festival namun tidak menghilangkan unsur Melayu. Mereka menyebutnya baju kontemporer. Warna kedua baju kontingen ini adalah hijau. Kontingen perempuan dari Propinsi Riau menggunakan kain songket bermotifkan wajik bertali kasih berkalung bunga, pada bagian pinggang, dia menggenakan ikat pinggang bermotifkan daun sirih, motif daun sirih berfungsi sebagai penolak bala. Sedangkan kontingen laki laki dari propinsi Riau menggunakan tanjak bermotifkan lancing kuning pada bagian kepala. Menggunakan keris dan jas yang melambangkan kejantanan laki laki Riau.
Kontingen dari Kalimantan Barat menggunakan baju yang terbuat dari kulit kayu yang sudah didaur ulang. Kontingen ini mendapatkan penghargaan sebagai duta Lingkungan Hidup.
Penampilan yang tidak kalah menarik berasal dari kontingen Kalimantan Barat, mereka menggunakan baju yang terbuat dari kulit kayu kapuak. Mereka menampilkan prinsip eco friendly dalam baju yang mereka gunakan. Detail detail ornament pada baju yang digunakan oleh kontingen Kalimantan Barat sangat menarik, untuk kontingen laki laki, mereka menggunakan topi atau dalam bahasa dayaknya disebut dengan tanguy bermotifkan burung rangkong, makna dari simbol ini adalah lelaki dayak adalah lelaki setia, seperti burung rangkong yang setia pada satu pasangan. Sedangkan kontingen perempuan dari Kalimantan Barat menggunakan subang yang menggambarkan tumbuhan paku, makna dari aksesoris ini adalah perempuan dayak bisa bertahan dalam keadaan apapun seperti tumbuhan paku.
Kontingen Bali menjelaskan berbagai macam detail pada baju adat yang mereka gunakan. Sunting yang digunakan kontingen perempuan Bali seberat lima kilogram.
Melalui proses penjurian, delapan belas peserta berkurang menjadi enam besar. Enam besar dalam ajang pemilihan duta wisata ini berasal dari Bangka Belitung, Jawa Timur, Jawa Tengah,Kalimantan Tengah,Kalimantan Timur, dan tuan rumah Riau. Enam besar ini kembali diseleksi menjadi tiga besar, sayangnya tuan rumah, tidak mendapatkan posisi tiga besar. Riau hanya mendapatkan juara harapan tiga. Perwakilan yang lolos untuk tiga besar adalah Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Bangka Belitung. Dan pemenang juara satu adalah kontingen dari Bangka Belitung. Selain enam dan tiga besar, terdapat delapan duta yang mewakili beberapa item yang sudah dipersiapkan. Para pemenang delapan duta ini adalah, Duta perdamaian dari Propinsi Bali, Dua Eko Tourism dari Papua, Duta Intelenjensia dari Gorontalo, Duta Nusantara dari Sulawesi Selatan, Duta Lingkungan Hidup dari Kalimantan Barat, Duta Favorit pilihan sms adalah untuk putra dari Jawa Timur, untuk putrid dari Kalimantan Timur, Duta Persahabatan dari Nusa Tenggara Timur, dan Duta Special Jury Price dari Sumatera Utara.
Para pemenang pemilihan Duta Wisata tahun 2014 ini membawa beban berat di pundak mereka. Sebagai coorong wisata bagi daerah mereka masing masing. Mereka harus bisa mengenalkan dan mengangkat berbagai macam potensi wisata di daerah mereka. Sehingga munculnya berbagai macam tempat wisata alternative yang baru di Indonesia. ( BAW).
Kontingen Belitung menjadi pemenang utama dari grand final Duta Wisata 2014 yang berlangsung di Riau.





