Wisata 11

Published on May 27th, 2015 | by Tim Redaksi
Tim Redaksi

0

Cerita dari Pelabuhan Tua

Pekanbaru, Gurindam12.co - Bangunan ini berada di pinggir sungai Siak, seratus meter dari pasar wisata yang menjadi salah satu ikon kota Pekanbaru. Pasar Bawah Pekanbaru. Wujud bangunan ini adalah sebuah pelabuhan. Syahdan, pada saat Kota Pekanbaru sedang berkembang dibawah pemerintahan Sultan Siak IV, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, cikal bakal pelabuhan ini sudah berdiri. Seiring perubahan zaman, pelabuhan ini berkembang seiring dengan perkembangan kota Pekanbaru. Pada zamannya, kapal-kapal besar yang berasal dari Singapura dan Malaysia akan menelusuri sungai Siak hingga masuk ke pelabuhan ini membawa barang barang yang nantinya akan dijual di Kota Pekanbaru atau diluar kota.

Namun, sungai Siak yang membelah kota Pekanbaru seperti dilupakan. Kapal barang bisa dihitung dengan jari masuk ke dalam pelabuhan ini. Keberadaan pelabuhan seolah olah lenyap. Ada namun tiada. Gudang gudang berpintu besi yang dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan barang, suasana bongkar muat yang dahulu ramai menjadi nostalgia. Seperti pintunya dikunci dengan gembok yang kokoh.

Tembok berwarna hijau dari gudang pelabuhan sekarang penuh dengan graffiti-graffiti iseng. Wujud pelabuhan berubah pada sore hari. Pelabuhan ini menjadi ruang terbuka hijau bagi sebagian masyarakat Pekanbaru. Bermain bola, memancing ikan, atau sekedar melihat semburat oranye dari matahari tenggelam di ufuk barat kota menjadi beberapa aktifitas di pelabuhan. Cerita ini menjadi semakin pilu saat ada segelintir kabar yang mengatakan bahwa pelabuhan dan gudang tua ini akan dirobohkan. Berganti dengan pembangunan yang bernapaskan modernitas. Padahal, jika mau sedikit menelaah, keberadaaan gudang gudang dan halaman dari pelabuhan ini menjadi tempat belajar sejarah kota Pekanbaru.

Titik nol kilometer kota Pekanbaru, pelabuhan, gudang-gudang tua yang dibangun pada tahun 1960-an sampai dengan 1980-an, dan rumah rumah tua yang berada di sekitar pelabuhan adalah sisa sisa dari jejak sejarah kota ini yang perlu diselamatkan. Seiring dengan matahari kembali ke peraduan dan mayarakat Pekanbaru kembali ke rumah masing masing. Sepi kembali menyapa saksi sejarah yang berada di tepi Sungai Siak ini. ( BAW ).

gudang pelabuhan di dekat pasar bawah, Pekanbaru

Stasiun pandu yang sekarang sudah tidak dipakai lagi.

halaman pelabuhan yang menjadi ruang terbuka hijau.

Sampah sampah yang banyak dihalaman pelabuhan tua.

grafiti grafiti iseng yang menghiasi dinding dari pelabuhan lama.

Rumput rumput liar tumbuh di halaman pelabuhan

Gembok yang menjadi saksi dari perkembangan gudang di Pelabuhan

Pemancing dan kapal kapal kecil yang lewat menjadi pemandangan keseharian.

Tugu nol kilometer kota Pekanbaru, tugu yang berada di halaman pelabuhan, menjadi dilupakan.

sisa kejayaan dari Pelabuhan lama di Kota Pekanbaru.

Saat senja menyapa kota, masyarakat meninggalkan pelabuhan, sepi kembali menyapa.

Tags: , , , , , , , , , , ,


About the Author



Comments are closed.

Back to Top ↑
  • GURINDAM12.CO Facebook

  • Lensa Wisata: lensawisata.com

  • Perhimpunan Media Online Riau

  • TWEET KAMI

    Tweets by @KBRGurindam12