Pasir putih pulau Penyusuk
Bintan,gurindam12.co- “pantai ini berjarak 1.6 mil laut bang dari pantai Trikora Satu” tekong/pengemudi perahu menjelaskan kepada saya, sambil menunjuk pulau yang terlihat seperti sebuah bukit kecil di atas laut. Siang itu, ombak di laut Bintan memberikan sambutan selamat datang kepada kami. Perahu yang saya tumpangi bergerak ke kiri ke kana, naik turun, mengikuti alur gelombang. “Biasanya empat puluh menit dah sampai bang” sambung tekong.
Pulau yang berjarak empat puluh menit dari Pantai Trikora Satu, Bintan, Kepulauan Riau ini dikenal dengan nama Pulau Penyusuk. Pulau ini adalah salah satu pulau yang berada di depan pantai Trikora, Bintan. Sebuah pantai yang memiliki garis pantai lebih dari lima km di Kabupaten Bintan. Penyusuk menyimpan potensi yang sangat besar sebagai tempat snorkling dan bermain pantai. Sayangnya, pulau ini jarang dikunjungi oleh masyarakat.
Pulau Penyusuk berbentuk seperti huruf U terbalik, dengan dua buah pantai yang berada di sisi depan dan sisi belakang pulau. Pantai sisi depan yang menghadap ke arah laut lepas, memiliki pantai yang berbatu. Batu-batu granit berukuran besar yang seolah-olah disusun tangan tangan tak tampak berada di sini. Pantai bagian depan memiliki arus yang kuat, sehingga tidak layak sebagai tempat snorkling. Hal yang berbeda di pantai bagian belakang pulau Penyusuk. Karena terlindung oleh batu-batu berukuran besar, arus yang berasal dari depan pulau, sama sekali tidak menyentuh pantai bagian belakang. Kondisi arus di bagian belakang pulau Penyusuk yang menghadap pantai Trikora tenang.
Perahu yang saya tumpangi, menurunkan rombongan saya di bagian belakang. Pasir pantai yang berwarna putih bersih mengenalkan dirinya ke kaki saya. Selain pasir putih, koral-koral mati yang terbawa arus juga menjadi pijakan di pantai bagian belakang. Di bagian daratan pulau Penyusuk, ditutupi oleh tanaman perdu sehingga cocok sebagai tempat berkemah. Namun, tidak terdapat sumber ait tawar di pulau ini, sehingga lebih aman untuk membawa air dari Bintan.
Tanpa perlu menunggu lebih lama, saya memilih turun ke laut, saya penasaran dengan trumbu karang yang ada dipulau ini. Rasa penasaran ini timbul karena dari atas perahu yang saya tumpangi, saya sudah bisa melihat bayangan karang-karang yang ada di pantai bagian belakang. Dari kaca mata selam yang saya gunakan, saya bisa melihat susunan terumbu karang yang ada di pulau ini. Terumbu karang yang ada di Pulau Penyusuk sebagian besar adalah terumbu karang berjenis keras/ hard coral. Selain terumbu karang, ikan-ikan karang bisa dengan mudahnya ditemui. Dua ekor ikan badut/clown fish, terlihat bersiaga di anemon. Mereka terlihat tidak menyukai kehadiran saya. Pulau penyusuk merupakan tempat ideal untuk snorkling, keberadaan karang sudah bisa terlihat dari kedalaman 1.5 meter hingga maksimal kedalaman 2.5 meter. Semakin dalam, keberadaan karang warna warni ikan lebih bervariasi. Untuk para penikmat pantai namun takut untuk berenang. Jangan khawatir, di pantai Trikora satu yang merupakan tempat keberangkatan, terdapat penyewaan pelampung.
Selain ikan-ikan karang, terumbu karang, timun laut/ teripang bisa dilihat di laut Pulau Penyusuk, menurut keterangan tekong/pengemudi perahu. Karang- karang di pulau penyusuk msih terjaga karena nelayan nelayan yang mengambil ikan di sekitar laut pulau ini sudah mengerti bahwa jika mereka menjaga karang dengan menangkap ikan dengan cara tidak mengebom, maka mereka akan bisa terus mendapatkan ikan di laut ini, selain itu, mereka juga sudah mengerti bahwa karang bagus, maka wisatawan akan datang.
Siapa yang menyangka, sebuah pulau yang berjarak tidak jauh dari pantai Trikora menyimpan harta karun yang sangat berhaga. ( BAW).






